Ulasan Buku Teka-Teki Gambar Aneh oleh Uketsu

Daftar Isi
ulasan buku teka-teki gambar aneh karya Uketsu

Jika Teka-Teki Rumah Aneh membawa kita menelusuri denah rumah-rumah yang menyeramkan, Teka-Teki Gambar Aneh mengajak kita memecahkan misteri dari beragam gambar yang terlihat biasa, dari berbagai karakter yang tampaknya tidak saling berhubungan.

Artikel ini mungkin mengandung spoiler untuk beberapa bagian dalam buku. So, proceeds with caution!

Informasi Buku

Informasi Detail
Penulis Uketsu
Penerjemah Eri Pramestiningtyas
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit 28 Januari 2026
ISBN 9786020687209
Kategori Crime, Thriller, Misteri
Jumlah Halaman 312

Teka-Teki Gambar Aneh, atau Strange Pictures, merupakan buku kedua yang diterbitkan dari Uketsu yang hadir di Indonesia.

Buku ini diterjemahkan langsung dari Bahasa Jepang ke Bahasa Indonesia oleh Eri Pramestiningtyas dan menjadi karya pertama Uketsu yang saya baca setelah melihatnya lalu-lalang di linimasa Twitter.

Isi Buku

Teka-Teki Gambar Aneh terdiri dari lima bab:

Prolog

Novel ini dibuka dengan kalimat:

"Sekarang, saya akan memperlihatkan sebuah gambar."

Kalau kamu pernah mengikuti tes psikologi saat melamar kerja, umumnya kamu akan diminta menggambar:

pohon;

manusia;

dan rumah.

Dalam satu frame.

Prolog diisi oleh kuliah singkat dari profesor psikologi mengenai gambar dengan tema tersebut.

Si profesor menjelaskan bagaimana tiap goresan pena yang terdapat dalam gambar merefleksikan kepribadian dan cara berpikir dari seseorang tanpa mereka sadari.

Bab 1: Gambar Wanita Berdiri yang Diterpa Angin

Bab awal berisi Kurihara (tokoh yang nantinya jadi sentral di Teka-Teki Rumah Aneh) dan teman satu klubnya yang berbagi informasi mengenai blog aneh yang ia temukan saat berselancar di internet.

Nama blognya:

"Catatan Harian Nanashino Ren".

Seperti namanya, blog ini mendokumentasikan kehidupan sepasang suami istri yang perlahan-lahan berubah menjadi semakin aneh dalam usaha mereka memiliki anak.

Bab 2: Gambar Kabut yang Menyelimuti Unit Mansion

Menceritakan tentang sepasang ibu dan anak bernama Konno Naomi dan Konno Yuuta yang tinggal di suatu hunian tingkat.

Sebagai seorang single mother Naomi harus banyak bersabar menghadapi dan mendidik Yuuta yang sangat aktif menggambar di dinding-dinding apartemen mereka.

Kesabaran Naomi berubah menjadi kegelisahan saat Yuuta diminta menggambar sosok "ibu" menurut versinya.

Umumnya, anak-anak akan menggambar diri mereka bersama orang tuanya, lengkap dengan pose bahagia seperti tersenyum dan bergandengan tangan.

Namun, versi Yuuta menggambarkan kabut di unit apartemen mereka. Apa maksudnya?

Bab 3: Gambar Terakhir Guru Seni Rupa

Seorang guru seni rupa ditemukan tewas di lokasi pendakian.

Bukan karena hipotermia.

Bukan karena tersesat.

Tapi karena ia dibunuh secara brutal.

Ia menyisakan satu gambar terakhir, yang dibuatnya di atas selembar struk belanjaan.

Apa maksud gambar tersebut dan mungkinkan menjadi petunjuk untuk mengungkap siapa yang melakukan pembunuhan keji di tengah gelapnya gunung itu?

Bab 4: Gambar Pohon Pelindung Buruk Gelatik

Bab ini berisi revelasi yang menjelaskan bagaimana semua kisah dan gambar dalam bab-bab sebelumnya terhubung satu sama lain dan menjawab semua pertanyaan yang kita miliki sepanjang membaca novel ini.

Rant

Harus saya akui:

Saya menyelesaikan Teka-Teki Gambar Aneh dalam sekali duduk.

Bagian yang paling saya suka adalah:

bahasa yang dipakai mudah dimengerti;

terjemahannya yang tidak kaku;

tidak ada salah ketik (kasus yang sering muncul di novel terbitan GPU);

serta penggunaan gambar sebagai media visualisasi penulis.

Jarang sekali novel berisikan ilustrasi yang memudahkan pembaca menggambarkan situasi serta kondisi yang dialami oleh tokoh.

Namun, penggunaan gambar di novel ini sangat cocok dengan tema yang diusung dan membantu pembaca untuk bisa memahami alur serta mencari clue dari hal-hal aneh yang muncul di sepanjang bab.

Uketsu sangat piawai dalam menyajikan cerita dan menyebarkan petunjuk-petunjuk di sepanjang halaman.

Sebagai pembaca, saya ikut terseret untuk menjadi seorang "detektif," connecting the dots, dan mengurai misteri di balik gambar-gambar tersebut.

Penutup

Secara keseluruhan, saya sangat merekomendasikan membaca Teka-Teki Gambar Aneh untuk kamu yang sedang mengalami reading slump. Jumlah halamannya hanya 312, ceritanya ringan, dan bukunya pun bisa kamu dapatkan dengan harga murah di lokapasar seperti Lazada dan Shopee.

Dibanding dengan Teka-Teki Rumah Aneh, saya sarankan kamu membaca Teka-Teki Gambar Aneh yang menurut saya lebih seru dan lebih terstruktur secara alur dan visualisasi.

Rating pribadi: 4.5/5

Tertarik baca buku Uketsu yang lain? Baca ulasan saya mengenai Strange Buildings!

Happy reading.

Mengenai Uketsu

Uketsu adalah penulis dan YouTuber asal Jepang yang identitas aslinya hingga kini masih dirahasiakan. Ia selalu tampil dengan topeng putih, pakaian serba hitam, dan pengubah suara — menjadikan misterinya sebagai bagian dari persona publiknya.

Uketsu memulai kariernya di YouTube pada 2018. Pada 2020, ia mengunggah sebuah video berupa cerita misteri pendek berbasis denah rumah, yang kemudian atas saran penggemarnya diadaptasi menjadi novel — lahirlah Strange Houses, buku pertamanya.

Kanal YouTube-nya kini memiliki lebih dari 1,7 juta subscriber dengan lebih dari 200 juta penayangan. Di dunia literatur, popularitasnya tak kalah besar: pada 2024, tiga dari lima buku terlaris di Jepang adalah karya Uketsu.

Strange Pictures, novel keduanya, telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa.

Posting Komentar