Ulasan Buku Strange Buildings oleh Uketsu

Daftar Isi
ulasan buku strange buildings karya Uketsu

Strange Buildings merupakan buku kedua dalam seri Strange Houses (Teka-Teki Rumah Aneh) dan merupakan buku ketiga dari Uketsu setelah Strange Pictures (Teka-Teki Gambar Aneh).

Buku dengan judul asli 〜11の間取り図〜 ini diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh Pushkin Vertigo pada 26 Februari 2026 dan belum terdapat versi bahasa Indonesia saat artikel ini dibuat.

Artikel ini mungkin mengandung spoiler untuk beberapa bagian dalam buku. So, proceeds with caution!

Informasi Buku

Informasi Detail
Penulis Uketsu
Penerjemah Jim Rion
Penerbit Pushkin Vertigo
Tanggal Terbit 26 Februari 2026
ISBN 9781805336297
Kategori Horror, Thriller, Misteri
Jumlah Halaman 384 halaman

Isi Buku

Strange Buildings merupakan direct continuation dari Strange Houses.

Cerita bermula saat kepopuleran buku Strange Houses menyasar seorang anak SD yang lalu meminta sang ibu untuk membacakan buku tersebut kepadanya tiap malam sebelum tidur.

Semakin lama sang Ibu membacakan isi buku tersebut ke anaknya, memori tentang rumah masa kecil yang ia tinggali bersama ibunya kembali muncul ke permukaan. Si Ibu lalu mencoba menghubungi penerbit agar bisa tektokan dengan si penulis buku dan mereka pun akhirnya bertemu di sebuah kafe.

Bermodalkan ingatan, si Ibu menggambar denah rumah masa kecilnya. Namun, ada satu bagian janggal di rumah itu, sebuah lorong yang.... tidak mengarah kemana pun!?

Strange Buildings berisi 12 bab dimana 11 bab berisi cerita mengenai kejadian dan bangunan aneh yang diinvestigasi oleh penulis lalu ditutup dengan bab terakhir berisi hasil deduksi dari Kurihara dan penulis setelah semua keanehan yang mereka temui.

  • file 1: The Hallway to Nowhere
  • file 2: Nurturing Darkness
  • file 3: The Watermill in the Woods
  • file 4: The Mousetrap House
  • file 5: The House Where It Happened
  • file 6: The Hall of Rebirth
  • file 7: Uncle’s House
  • file 8: The String Phone
  • file 9: Footsteps to Murder
  • file 10: No Escape
  • file 11: The Vanishing Room
  • Kurihara’s Deductions

Rant

BIGGER. BETTER. MORE COMPLEX. AND SCARIER.

Selesai membaca Strange Buildings, saya dibuat terkagum-kagum dengan peningkatan yang tajam dari segi plot dan misteri dibanding Strange Houses yang menurut saya terlalu "meh" untuk ukuran popularitasnya.

Nggak ada lagi ceritanya tebakan ngasal Kurihara tiba-tiba menjadi kenyataan di sini!

Strange Buildings masih memakai formula yang sama dengan Strange Houses:

Orang curhat ke penulis -> investigasi -> revelasi di akhir.

Dari segi penyampaian narasi, tidak semuanya pengalaman pribadi yang disajikan dalam bentuk transkrip wawancara (seperti Teka Teki Rumah Aneh). Ada yang dalam bentuk artikel majalah atau cuplikan dari suatu buku.

Meski sama-sama berkutat dengan denah, bedanya, Strange Buildings punya skala investigasi yang jauh lebih besar dan lebih kompleks dibanding Strange Houses.

Kita bakal dibawa ke berbagai lokasi bangunan yang tersebar di beberapa prefektur. Masing-masing dengan ceritanya sendiri.

Nuansa horrornya pun dapet banget karena tema utama dari buku ini.

Bangunan aneh kan?

Mengapa disebut aneh dan bagaimana bangunan-bangunan itu bisa berdiri?

Seperti di novel-novel sebelumnya, Uketsu selalu punya cara untuk menjadikan kita bak seorang detektif yang harus jeli melihat suatu clue, sekecil apapun.

Sepanjang kamu membaca, kamu mungkin akan mengalami beberapa momen seperti:

"bukannya tokoh ini juga muncul di bab ini?"

"bangunan ini kan seperti yang dijelaskan sama si ini"

"kok bentuk bangunannya mirip...?".

Mulai dari lorong yang tak mengarah kemana pun, ruangan yang bisa 'hilang', rumah bordil yang membuat penghuninya tidak bisa kabur, hingga kematian satu keluarga yang penuh tanda tanya, semuanya dikemas secara apik dalam 11 bab yang ada di buku ini.

Serius deh.

Saya sampai mikir kalau orang-orang itu nekat dan all-out banget demi punya bangunan seperti yang diceritakan di buku ini.

What do I mean by "bangunan seperti yang diceritakan di buku ini"?

Well, you should read it to find out!

Tapi, kalau boleh nitpick, ada hal yang bikin buku ini agak kureng menurut saya.

ENDING YANG "AGAK" REDUNDANT

Seperti buku sebelumnya, Strange Buildings diakhiri dengan deduksi Kurihara bersama penulis.

Dan selalu ada benang merah antar bab.

Tugas kita adalah coba menghubungkan clue-clue yang berserakan atau nunggu penjelasan Kurihara.

Tapi..

Menurut saya, bab ini agak redundant.

Saya paham kalau 11 bab cerita di buku ini hadir dengan latar waktu dan tempat yang berbeda.

Dan penulis beneran menjawab semua pertanyaan penting yang muncul dalam benak pembaca.

Penjelasan yang mendetail ini membuat bab terakhir menjadi agak panjang.

Itu sih yang saya rasakan sewaktu baca bab terakhir.

Verdict

Persona rating: 4.75/5

Kalau disuruh ngasing ranking:

  1. Strange Pictures
  2. Strange Buildings
  3. Strange Houses

Strange Pictures tetap jadi favorit saya diantara semua buku Uketsu.

Pertanyaan yang mungkin sering muncul karena kepopuleran buku ini:

"Uketsu bagus gak sih? Sering banget dibahas."

Menurut pendapat pribadi saya sih, bagus.

Buku Uketsu itu cocok untuk kamu yang baru pengen "nyebur" ke genre ini.

Narasi ceritanya simple.

Kita bener-bener diajak main teka-teki yang bikin kita ikutan mikir.

Dan visual gambarnya membantu banget buat memperjelas poin yang mau disampaikan penulis.

Cepet banget selesai!

Itu reaksi yang saya alami setelah membaca ketiga buku Uketsu.

Coba baca aja sih kalo penasaran!

Menurut kamu gimana?

Coba tulis di kolom komentar!

Mengenai Uketsu

Uketsu adalah penulis dan YouTuber asal Jepang yang identitas aslinya hingga kini masih dirahasiakan. Ia selalu tampil dengan topeng putih, pakaian serba hitam, dan pengubah suara — menjadikan misterinya sebagai bagian dari persona publiknya.

Uketsu memulai kariernya di YouTube pada 2018. Pada 2020, ia mengunggah sebuah video berupa cerita misteri pendek berbasis denah rumah, yang kemudian atas saran penggemarnya diadaptasi menjadi novel — lahirlah Strange Houses, buku pertamanya.

Kanal YouTube-nya kini memiliki lebih dari 1,7 juta subscriber dengan lebih dari 200 juta penayangan. Di dunia literatur, popularitasnya tak kalah besar: pada 2024, tiga dari lima buku terlaris di Jepang adalah karya Uketsu.

Strange Pictures, novel keduanya, telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa.

Posting Komentar